Home » , , » Galeri Seni di Jakarta Tahun 2013

Galeri Seni di Jakarta Tahun 2013

Written By Rio Gonzales on Sunday, January 6, 2013 | Sunday, January 06, 2013

Galeri Seni di Jakarta Tahun 2013 akan dilakukan di jakarta.sebelumnya yang kita ketahui Jakarta merupakan kota metropolitan sekaligus salah satu kota tersibuk di Indonesia. Di sinilah hidup dan berkembang lukisan-lukisan dengan berbagai macam gaya dan alirannya. Pameran-pameran lukisan sebagai ajang komunikasi antara penikmat seni dan seniman ini acapkali digelar di berbagai tempat di Jakarta. Tidak hanya diselenggarakan di gedung-gedung keseniannya saja, akan tetapi juga di pusat-pusat perbelanjaan dan hotel berbintang.
Lukisan diartikan secara sederhana merupakan suatu penggambaran obyek di atas bidang datar dengan melibatkan ekspresi, emosi, dan gagasan pencipta secara penuh. Lukisan membutuhkan konsep tutur yang subyektif, yaitu harus dapat menterjemahkan apa yang ada dalam obyek, tema atau gagasan secara representatif.
Tak terkecuali Anda sebagai penikmat seni sekaligus masyarakat yang cinta seni tentu tidak akan melewatkan begitu saja bukan? Di Jakarta ada beberapa alternatif pilihan tempat pameran lukisan yang mungkin bisa memuaskan hasrat berkesenian Anda. Ok, kita mari lihat satu persatu dimana saja dan bagaimana kita bisa menikmati lukisan di Jakarta ini.
Di Jakarta ada tiga nama besar tempat lukisan biasa dipamerkan.
Pertama, nama Galeri Nasional mungkin sudah tidak asing di telinga Anda karena di sinilah tempatnya Anda dapat memanjakan diri dengan beragam karya-karya seni yang bernilai tinggi mulai dari lukisan, karya seni rupa, keramik, kriya dan lainnya. Lokasi Galeri Nasional pun mudah dijangkau jika Anda berada di pusat kota, tepatnya di seberang stasiun Gambir. Akan tetapi ada baiknya jika Anda ingin singgah lihatlah terlebih dahulu jadwal-jadwal pameran apa yang akan digelar di tempat itu dan jadwal pameran itu dapat Anda lihat di situs resmi Galeri Nasional (http://www.galeri-nasional.or.id).
Setelah puas berwisata seni di sana, langkahkah kaki Anda menuju tempat kedua yaitu Taman Ismail Marzuki yang berada di wilayah Cikini. Di sini bisa dikatakan sebagai epicentrum beragam aktivitas seni yang biasa dilakukan di Jakarta. Pementasan teater, drama, konser musik populer dan tradisi, sampai pameran lukisan pun sering digelar di TIM. Jika Anda mencari seorang seniman dan karyanya, tempat ini merupakan tempat yang cocok. Akan tetapi jangan lupa juga selalu memperbaharui informasi terkini mengenai event-event seni yang biasa digelar di tempat ini melalui website resminya (http://www.tamanismailmarzuki.com).

Selain di TIM dan Galeri Nasional, di selatan Jakarta juga ada Bentara Budaya Jakarta (BBJ) di Palmerah Selatan No. 17 yang dikelola oleh Kelompok Kompas Gramedia, penerbit suratkabar dan majalah ternama di negeri ini. Dengan koleksi seni yang lengkap seperti lukisan, keramik, patung, mebel antik dan beragam wayang, mata Anda akan termanjakan olehnya. Bentara Budaya Jakarta mengemban misi untuk mewartakan penggalan-penggalan sejarah yang telah memberi warna dalam perjalanan sejarah seni budaya bangsa. Tak kurang Bentara Budaya Jakarta ini mengoleksi 573 lukisan buah karya pelukis-pelukis terkenal Indonesia, seperti Affandi, S Sudjojono, Hendra Gunawan, Basoeki Abdullah, Bagong Kussudiardjo, Trubus Sudarsono, Rudolf Bonnet, H Widayat, Otto Jaya dan yang lainnya.
Selain di tempat-tempat tersebut, untuk menikmati karya-karya hasil lukisan Anda pun dapat mengunjungi beberapa mal prestisius yang tersebar di Jakarta. Namun sifat pameran di mal berbeda dengan ketiga tempat di atas. Biasanya pameran lukisan di mal bersifat tentatif, sehingga Anda disarankan untuk terlebih dahulu mengetahui kapan akan diselenggarakan pameran lukisan di mal-mal tersebut.
Di wilayah Jakarta Pusat, Arjuna Lobby di mal Grand Indonesia Shopping Town merupakan salah satu tempat yang biasa memamerkan karya seni. Selain itu Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, dan Hotel Sultan pun acap kali memamerkan lukisan-lukisan dari beberapa galeri seni atau pameran hasil karya pelukis tunggal.

berikut kata sambutan dari TIM
Membangun Oase Budaya di Tahun 2013
Di penghujung tahun 2012, Pusat Kesenian Jakarta TIM “memanjakan” Pecinta seni melalui serangkaian seni pertunjukan tradisional. Itu terselenggara di beberapa gedung (GBB, Teater Besar, Teater Kecil, Plaza dan di ruang Pameran Galeri Cipta). Sebagaimana telah dinikmati bersama, misalnya Wayang Kulit Purwa Jawa dan Bali, Wayang Orang (Bharatha dan Puspa Budaya).


Wayang Suket, Wayang Photehi (Cina), Wayang Golek Sunda, Pentas Seni Topeng Bali, Topeng Cirebon, Gandrung Banyuwangi, Tari Ngremo (Jombang), Wayang Kancil (Khusus untuk anak – anak), Wayang Betawi. Pada tataran pemikiran diadakan berbagai workshop dan diskusi. Dalam khasanah keterampilan kriya dan kerajinan diketengahkan pameran membuat wayang, topeng, lukisan kaca.

Dengan acara – acara yang padat filosofi, mitologi, “wewulangan (phedagogis)”, Pusat Kesenian Jakarta memperoleh kembali simpul – simpul penghayatan seni (terutama tradisi) yang telah menyempit dan pudar di akhir – akhir ini. Banyak masukan dari berbagai pihak, agar acara seni tradisi kembali diberi porsi seimbang di Pusat Kesenian Jakarta. Intinya untuk merajut kembali nilai – nilai yang telah di jauhi masyarakat pendukungnya, sementara perkembangan di sektor seni tradisi banyak mengalami stagnan.

Pada awal tahun 2013 ini, kami ingin mengajak segenap lapisan masyarakat Jakarta untuk memberi sumbangan baik pemikiran maupun karya nyata di bidang budaya. Agar supaya Pusat Kesenian Jakarta yang kita cintai, terus mampu menampakkan eksistensinya sebagai oase budaya, di tengah “kemelut” kehidupan sosial politik, ekonomi yang kian berat di ibu kota Jakarta.

Kami selaku Badan Palaksana PKJ TIM, pimpinan dan seluruh jajaran karyawan, mengucapkan selamat Tahun Baru 2013 kepada masyarakat Jakarta, khususnya kepada para Budayawan dan Seniman. Semoga pada tahun 2013 ini, kita semua mendapat simpati dan berkah, kabahagiaan, ketentraman, dan kesehatan yang melimpah dari Tuhan YME. Tak lupa kami mohon maaf, apabila di tahun 2012 yang kita tinggalkan terdapat alpa kekurangan serta belum mampu memuaskan keinginan seluruh warga masyarakat.

Ka.BP Pusat Kesenian Jakarta
Taman Ismail Marzuki


Drs.Bambang Subekti, MM

sumber: http://www.tamanismailmarzuki.com
             http://www.goindonesia.com

0 komentar:

Post a Comment